Sedikit Curhat
3:14 pm
Ternyata
gak semua dari kenangan masa lalu benar-benar bisa dilupakan. Terkadang tanpa
sengaja kamu mengatakan, melakukan, melihat sesuatu yang seharusnya memang tak
pantas lagi buat dibahas dimasa kini.
Beberapa hari yang lalu, seorang teman kecil aku nge-bbm aku. Awalnya sekedar
say hello, cerita-cerita masa kecil dulu, dan sudah pasti ujung-ujungnya
curhat. Aku sangat mengenal dia, dia juga sangat memahami ku. Kami seperti satu
tubuh yang gak bisa dipisahkan. Aciee.
Sebenarnya sih, tidak ada yang perlu di ceritakannya lagi kepadaku. Aku sudah tau ceritanya, bahkan sudah sangat
tahu. Aku masih ingat bagaimana dulu dia begitu sangat antusiasnya menceritakan
seseorang demi seseorang yang pernah singgah dihidupnya. Namun kali ini
berbeda. Dua tahun belakangan ini dia selalu menceritakan orang yang sama,
tiada bosan. Tapi aku bosan. Dan sudah
seharusnya aku bertindak sebagai seorang sahabat yang baik. Mendengarkan dia.
Pernah dia berkata kepadaku, “Maafkan aku ya cak. Kalau aku gak cerita sama mu,
sama siapa lagi coba?” dan aku hanya tersenyum kemudian lalu memeluknya kuat.
Dan seperti sebelum-sebelumnya, aku kembali mendengarkan. Ceritanya sama. Masih
tentang lelaki itu. Sangkin seringnya dia menceritakan tentang laki-laki itu,
aku pun jadi merasa sudah sangat kenal dekat dengan lelaki itu.
Ceritanya kali ini bermula dari ingatannya akan SNMPTN. Tahun lalu, persis pada
masa-masa kelulusan seperti ini ada yang terjadi antara dia dan lelaki ini.
Ups, bukan sesuatu yang negatif dong ya.
Hanya sebuah obrolan singkat tentang cita-cita mereka. Sedetail mungkin
dia menceritakan padaku. Tempat, jam, pakaian lelaki itu, wajahnya,
kata-katanya, semuanya dia ingat. Aku tidak mengerti mengapa dia dapat
mengingat hal sedetail itu. Aku saja bisa sangat mudah melupakan perkataan ku
semenit yang lalu. Entahlah.
Beberapa hari yang lalu, aku pernah melihat sebuah akun twitter yang mengatakan, "dibutuhkan waktu 17 bulan 26 hari untuk benar-benar melupakan mantan" Entah kenapa aku berharap pernyataan ini benar. Sebenarnya saat melihat pernyataan seperti ini, aku ingin sekali me-retweet-kan untuk dia. Tapi aku kembali ingat, dia paling pantang ngebahas yang namanya mantan ditwitter. Dia ingin semua orang tahu kalau dia bahagia. Seolah-olah dia telah melupakan lelaki itu. Berpura-pura. Padahal sebenarnya, hal itu justru buat dia semakin sakit.
Aku tak dapat berbuat apa-apa. Yang dapat kulakukan hanya menjadi seorang sahabat yang baik. Temanku, mulailah membuka hati oke? Aku selalu berdoa semoga kau mendapatkan orang yang jauh lebih baik dari mantanmu yang tak seberapa itu. Fighting!





0 comments